Minggu, 05 Januari 2014

Cerita Panji





CERITA PANJI BERASAL DARI AKHIR JAMAN MAJAPAHIT. DI JAWA ADA 4 KERAJAAN: KURIPAN (JENGGALA), DAHA (KEDIRI), GEGELENG DAN SINGASARI YANG DIRAJAI OLEH EMPAT SAUDARA.


Raja Kuripan  mempunyai anak laki-laki bernama Inu Kertapati, sedangkan raja Daha mempunyai anak perempuan yang diberi nama Galuh tapi lebih terkenal dengan nama Candra Kirana. Maka maksud kedua raja itu ialah untuk mengawinkan kedua anak mereka.
Pada suatu hari, waktu Inu Kertapati sedang berburu, ia jatuh cinta kepada Mertalaya, anak seorang kepala desa. Percintaan ini menghalangi dilangsungkannya perkawinan Inu dengan Candra Kirana. Maka Mertalangu dibunuhlah oleh ibu Inu sendiri. Inu Kertapati sangat sedih, dan meninggalkan orangtuanya secara diam-diam. Setelah bertapa dan mengumpulkan kesaktian, dia mengembara tanpa suatu tujuan dan berkelakuan seperti orang gila. Kerajaan mana yang ia jumpai  ia perangi dan selalu ia menang.
Sementara itu Candra Kirana meninggalkan orangtuanya pula dan menjadi pertapa dengan nama Endang Sangulara. Kemudian ia pun menjadi laki-laki dengan nama Panji Semirang, mengembara tanpa tujuan dan memerangi kerajaan-kerajaan yang ia jumpai.
Dalam pengembaraan itu Inu sampai di Gegeleng dan mengabdi kepada sang raja. Disitu ternyata ada juga seorang  kelana yang mengabdi yaitu Panji Semirang. Inu sangat tertarik kepada Panji Semirang, tetapi semirang selalu mengelaki hubungan yang akrab.
Ketika Gegelang diserang musuh, Inu dan Semirang bersama-sama memimpin tentara Gegelang dan berhasil menghancurkan musuh tadi. Akan tetapi dalam pesta yang dadakan untuk merayakan kemenangan itu, Semirang ternyata tidak ada. Ia telah meninggalkan Gegelang. Inu sangat sedih dan mulai lagi pengembaraannya.
Panji Semirang mendirikan kerajaan di Danuraja dan menjadi perempuan kembali sebagai raja puteri. Suatu ketika datanglah musuh yang sangat kuat, yang kecewa karena pinangannya ditolak olah raja puteri itu. Berkat bantuan Inu Kertapati, yang dalam pengembaraannya sampai juga di Danuraja, musuh itu dapat ditumpas.
Inu Kertapati jatuh cinta kepada Endang Sangulara, raja Danuraja itu, yang serupa benar dengan kekasihnya dahulu, Mertalaya. Pinanganya diterima, jikalau Inu dapat melaksanakan perkawinan mereka di Balai Tenjomaya, yang adanya dikahyangan.
Setelah pengalaman yang beraneka warna, akhirnya Balai Tenjomaya dapat juga dipindahkan ke Danuraja. Kini Inu Kertapati dan Candra Kirana dapat saling mengenal, dan mereka mengirimkan utusan ke Daha dan Kuripan agar orangtua mereka dapat menghadiri perkawinan mereka itu. Pun raja Gegelang dan raja Singasari diundang hadir.
Sebagai penutup maka Inu Kertapati  menjadi raja Kahuripan dan Perbatasari (saudara Candra Kirana) menjadi raja Daha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar