Jumat, 29 Juni 2012

Barang Jadoel Ibuku...

Jadi perempuan banyak kegemarannya... Kegemaran yang satu ini tak sengaja saya temukan. Suatu saat secara tak sengaja saya memperhatikan banyaknya barang pecah jaman dulu yang tersimpan didalam lemari tua ibuku. Barang-barang pecah belah itu bertumpuk-tumpuk dan entah sudah berapa lama tidak pernah dikeluarkan dari lemari. Saya lalu mengeluarkan barang pecah belah itu yang terdiri dari cangkir (ada pula yang menyebutnya cawan), lalu pisin (ada juga yang menyebutnya lepek), mencucinya hingga bersih dan terlihat kinclong dan memotretnya...barang-barang pecah belah yang sudah tersimpan lama didalam lemari itu ternyata setelah dicuci bersih dan difoto hasilnya jadi terlihat cantik dan menarik.... lalu dipajang di facebook..

Dan ketika saya memajangnya di facebook tak disangka, beberapa teman fb saya menyukai barang-barang pecah belah milik ibu saya dan menanyakan harganya. Ternyata barang pecah belah milik ibu saya banyak teman-teman saya yang menyukainya pula dan berharap bisa memiliki dan menyimpannya pula dalam lemarinya...Dan mereka banyak bertanya mengenai motif-motif dengan nama-nama yang baru saat itu saya ketahui yang barangkali ibu saya memilikinya dan menyimpannya. Akhirnya saya mencoba mengeluarkan barang-barang pecah belah lainnya, sayangnya  jumlahnya sudah tidak lengkap lagi. Ada cangkir yang sudah tidak memiliki pisin yang lengkap lagi. Atau teaset yang sudah kehilangan pocinya. Karena ada beberapa yang sudah pecah atau mungkin juga hilang tidak ketahuan dimana rimbanya.

Sekarang beberapa barang pecah belah milik ibu saya sudah ada yang berpindah tangan, tak lagi tersimpan dalam lemari, namun sudah pindah ke lemari pemilik baru.. Bukan hanya teman-teman yang dari Indonesia, bahkan teman-teman dari negeri Malaysia pun sangat suka dan menginginkan beberapa barang pecah belah milik ibu saya... dan saya kenal nama-nama sebutan untuk bunga-bunga cantik itu dari teman-teman facebook saya yang rupanya mereka sudah lama sekali menjadi penggemar barang pecah belah jaman dahulu alias jadul.... Inilah beberapa foto Wet Rose yang banyak dicari teman-teman saya penggemar barang pecah belah jadul..... 



Wet Rose diatas yang cantik ini hanya tersisa 3 buah cangkir dan 4 buah lepek... tadinya menurut ibu saya jumlahnya satu lusin.. rupanya sebagian sudah pecah atau mungkin hilang tak ketahuan rimbanya.. Ketika saya memfoto si Wet Rose yang cantik itu dan memajangnya di facebook, memperkenalkan saya dengan seorang teman yang berada di negeri Malaysia.. Dia sangat suka dan gemar sekali si Wet Rose yang memang sangat cantik sekali itu.  Dan sekarang Wet Rose yang cantik itu kini sudah terbang jauh ke Malaysia menuju pemiliknya yang baru mbak Sya Kiffli.... Oh, persahabatan antar dua negara di dunia maya ternyata terasa begitu indah dan terasa dekat.... senang rasanya melihat 3 cangkir dan 4 lepek itu difoto oleh mbak Sya Kiffli dan di tag ke facebook saya.... 



Foto diatas adalah sugar pot dan creamer pot.... Lama sekali kedua benda itu menjadi mainan saya semasa kecil.. melihat bentuknya yang lucu dan menarik saya selalu menjadikannya untuk anjang-anjangan (bahasa sunda yang artinya bermain-main)... dan ups... rupanya tanpa sengaja tutup sugar pot nya pecah... jadilah sugar pot itu tak lagi memiliki tutup... Saat saya menemukan kembali sugar pot dan creamer pot itu yang tersimpan lama didalam lemari tua saya membersihkannya dan memajangnya di facebook... lagi-lagi beberapa teman menginginkan kedua benda itu... dan akhirnya kini kedua benda cantik bermotif mawar merah pink dan mawar putih ini sudah pindah tempat menempati lemari pemiliknya yang baru yang sangat menggemari barang-barang pecah belah jaman dulu.....



Nah.... untunglah sebelum pergi, kedua barang cantik itu yang sugar pot dan creamer pot masih sempat berfoto bersama dengan teman selemarinya selama berpuluh-puluh tahun yaitu 3 buah pisin bermotif bunga kekwa atau bunga krisan atau bunga seruni yang tak kalah cantiknya.... lihatlah, betapa cantiknya ketiganya berdampingan berfoto bersama sebelum berpisah setelah berteman sekian puluh tahun lamanya dan hidup berdampingan mengisi lemari tua, memberikan keindahan pada pemiliknya yaitu ibunda saya..... 




Nah, foto diatas adalah 3 buah mangkok lonjong bulat dengan motifnya yang cantik pula... Dulu, ibu saya selalu menggunakan ketiga mangkok lonjong bulat itu untuk tempat sambal. Biasanya dikeluarkan dari lemari hanya setahun sekali pas Iedul Fitri saja... sambal goreng ati ampela, sambal goreng terasi, biasanya menjadi menu khusus yang ditaruh dalam ketiga mangkok itu... namun sekarang ketiga mangkok cantik itu pun sudah berpindah kepemilikan.. Seorang teman dari Jakarta penggemar barang-barang pecah belah jaman dahulu menginginkan ketiga mangkok cantik itu...










Sugar pot dan creamer pot itu satu set dengan cangkir-cangkir dan piring-piring kue ini... mereka berfoto bersama saat masih berkumpul.. sekarang sugar pot dan creamer pot-nya sudah berpindah ke lemari pemilik yang baru....




Cangkir dan lepek bunga rose pink muda dan hitam pada foto diatas ini sangat cantik sekali... namun sepertinya teman-teman yang lainnya, mereka pun jumlahnya sudah tidak lengkap lagi... hanya tersisa 4 buah cangkir dan 6 buah lepek... 










Pada foto diatas itulah si cantik bunga kekwa atau bunga krisan atau bunga seruni yang sama cantiknya dengan bunga rose-rose... Teman-teman penggemar barang pecah jaman dulu yang telah memberitahu saya nama-nama motif pada barang-barang pecah jaman dulu... mereka faham karena sudah lama sekali mengoleksi beragam macam barang pecah belah jaman dulu yang sekarang sangat sulit sekali bila ingin mendapatkannya... 




Mangkok dengan tutupnya itu cantik sekali... biasanya dikeluarkan dari dalam lemari hanya setahun sekali setiap lebaran saja dan biasanya dipakai untuk tempat kentang goreng, kentang yang diiris tipis-tipis yang biasa disebut mustofa, sebagai teman ketupat dengan sayur....







Lodor-lodor cantik... saya suka sekali memperhatikan motif bunga pada lodor-lodor ini. Walaupun lodor-lodor pada foto diatas tidak termasuk jadul amat namun ternyata sangat susah sekali untuk mendapatkan lodor-lodor dengan motif-motif bunga itu... Lodor dengan motif bunga sakura, lodor motif bunga kangkung (semua nama motif itu saya ketahui dari teman-teman pencinta barang pecah jadul) dan lodor bunga mawar kuning pink... semuanya cantik dan tentunya menarik juga...




Bila dikumpulkan dan difoto bersama, barang pecah belah milik ibuku ini kelihatan banyak sekali... dan satu persatu sudah tidak ada lagi karena sudah berpindah pemiliknya.... 





Tea set unik diatas bentuknya memang unik... Bentuknya mungil-mungil... Dan motifnya pastinya sekarang tidak mudah lagi menemukan motif-motif seperti teaset itu..






Memandang deretan piring-piring kecil ini selalu teringat suatu saat dulu selalu rutin menjadi tempat untuk menjamu tape yang rasanya manis yang dibuat ibuku... Hemmm, mangkok-mangkok ini pun sudah berpindah tangan, kini dimiliki seorang pengusaha rumah makan penggemar barang-barang jaman dulu....





Piring-piring kue cantik..... Sambil menikmati kue basah sambil menikmati motif bunga rose pink putih-nya yang cantik.... 



Batik Saca Batik Sumedang Tampil Di Media

Batik Saca Batik Sumedang yang didirikan pada tanggal 10 Oktober 2011 berkesempatan tampil di media Tabloid NOVA yang terbit pada tanggal 20 Mei 2012, Alhamdulillah.... terima kasih NOVA.. Pada saat itu Batik Saca yang hadir dengan Grup Ragam Pesona Kain Nusantara hadir pula  bersama dengan ibu Indra Tjahjani dengan komunitas Mbatik yukkkk nya.... Menyenangkan sekali ditampilkan dalam sebuah tabloid ibukota sehingga Batik Saca bisa memperkenalkan kehadirannya yang baru berumur beberapa bulan saja.... 










Sumedang bukanlah sebuah daerah dengan tradisi membatik. Namun bukan berarti Sumedang tidak memiliki batik dengan motif-motif khas daerahnya. Saya bersyukur  bertemu partner kerja yang bisa berdiskusi dengan sangat menyenangkan untuk memunculkan beragam macam motif batik khas Sumedang, diantaranya motif Kuda Renggong, Daun Boled, Hanjuang, Mahkota Binokasih, Kereta Nagapaksi, Kujang, Tugu Lingga, Cangkok Wijayakusumah, dan juga bunga Teratai, bunga Wijayakusumah dan Tradisi Memanah yang merupakan tradisi khas tradisional Sumedang Larang... Semoga kehadiran Batik Saca Batik Sumedang bisa diterima pecinta batik dan bisa terus berkembang... Amien...